PRAKTIK SHOLAT DHUHA DAN SHOLAT TAHAJJUD BERJAMA’AH DI PONDOK PESANTREN HAMALATUL QUR’AN JOGOROTO JOMBANG (SEBUAH KAJIAN LIVING HADITS)

Ahmad Rudik, Mohammad Abdul Rois

Abstract

Praktik Salat Duha dan Salat Tahajud Berjamaah di Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an Jogoroto Jombang, berfungsi untuk membantu hafalan dan muraja’ah santri. Kegiatan ini merupakan salah satu cara melestarikan kebiasaan K.H. Hasyim Asy’ari dan ulama salaf. Penenlitian ini menjelaskan tentang pelaksanaan kegiatan, struktur genealogi pemikiran, dan tinjauan hadisnya. Untuk mendapatkan data, peneliti melakukan observasi dan wawancara, serta mencari hadisnya di kutubus sittah dan keterangan para ulama’ di kitab fiqh. Peneliti mendapati pelaksanaan salat duha pada pukul 06.00 – 06.30 WIB dengan maqra’ setengah juz dan tahajud berjamaah dilaksanakan pukul 02.30 WIB (persiapan) – 03.45 WIB. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh pengasuh dengan bi al-hifz}i dan disimak oleh para santri yang lain dengan mushaf yang dibawa ketika salat (bi an-naz}ar). Tradisi ini merupakan gagasan pengasuh yang terinspirasi dari pengalaman  pribadi Pengasuh Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an sebagai alumni Pondok Pesantren Madrasatul Qur’anHHhhhhhhhhh. Walaupun tidak ada hadis yang menganjurkan atau melarang tahajud berjamaah sambil membawa mushaf untuk menyimak bacaan imam, tapi berjamaah dan memperhatikan bacaan imam adalah hal yang baik dan memiliki fadhilah/keutamaan.

 

ABSTRACT

The congregational of Duha Prayers and Tahajud Prayers at the Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang Islamic Boarding School, serves to help the students memorize and muraja'ah. This activity is to preserve the habit of K.H. Hasyim Asy'ari and salaf scholars. This research describes the activities, the genealogy of thought, and a review of the hadiths. To get the data, the researcher made observations and interviews, and looked for the hadith in the kutubu sittah and the explanation of the scholars in the book of fiqh. Research found that duha prayer is held at 06.00 - 06.30 WIB and tahajud is held at 02.30 WIB (preparation) - 03.45 WIB with maqra 'half juz. The Head of pesantren read it from his memory and listened to by students with a mushaf on their hands. This tradition is an idea of The Head of pesantren which is inspired by the his experience as an alumni of the Madrasatul Qur'an Islamic Boarding School of Tebuireng. Although there is no hadith that recommends or prohibits tahajud in congregation while carrying a Mushaf to listen to the Imam's reading, congregation and paying attention to the reading of the Imam is a good thing and has fadila / virtue.

Keywords

living hadith; manajemen pendidikan pesantren;

References

Abdullah, M. Amin. 1996. Studi Agama: Normativitas atau Historisitas?. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

al Jawi, Abu Mu’thi Muhammad bin Umar Nawawi. 2013. Nihayah al Zain fii Irsyadi al Mubtadi’in. Beirut: Dar al Kutub al Ilmiyyah.

al Jawi, Muhammad Nawawi bin Umar. 2015. Quut al Habib al Gharib: Tausyih ‘ala Fathi al Qarib al Mujib. Beirut: Dar al Kutub al Ilmiyyah.

al-Ansari, Ibn Manzur. 1968. Lisan 'al-Arab Jilid III. Beirut: Dar al-Sadr.

Al-Bujairomi, Sulaiman Ibn Muhamad ibn Umar.1369 H. Hasyiyatul Bujairomi ala Syarhil Minhaj Juz I, Mathba’ah Al-Halabi.

al-Jamal, Sulaiman. Tt. Hasyiyah al’Allamah asy-Syekh Sulaiman al-Jamal ‘ala Syarh al-Minhaj, Juz IV. Beirut: Dar al-Fikr.

al-Kurdiy, Muhammad Amin. Tt. Tanwiru al-Qulub. Kediri: as-Salafiy.

al-Malibariy, Zainuddin ibn Abdul Aziz. 2015. Fathu al-Mu’in ‘ala Hamisy Tarsyikh al-Mustafidin. Beirut: Dar al-Fikr.

Al-Ramli, Syihabuddin. 1404 H. Nihayatul Muhtaj Ila Syarhil Minhaj Juz II. Beirut-Dar al fikr.

an-Nawawi, Abu Zakaria Yahya bin Syarafuddin. Tt. al-Majmu’ ala Syarh al-Muhadzzab Juz IV. Beirut: Dar al Fikr.

An-Nawawi, Syarh al-Nawawi ‘ala Muslim, (Maktabah Syamilah, 3:39).

Ba‘alawi, Abdurrahman bin Muhammad. Bughyatul Mustarsyidin Juz I Maktabah Syamilah.

Daulay, Zainuddin e.d,. 2003. Riuh di Beranda Satu : Peta Kerukunan Umat Beragama di Indonesia. Jakarta: Depag.

Esha, Muhammad In’am. 2010. Falsafah Kalam Sosial. Malang: UIN Maliki Press.

Ilyas, Yunahar dan M. Mas’udi (ed.). 1996. Pengembangan Pemikiran terhadap Hadits. Yogyakarta: LLPI

Imam Muslim. Shohih Muslim. dalam CD ROM Mausu’at al-Hadis al-Syarif.

Jajang A. Rohmana, “Pendekatan Antropologi Dalam Studi Living Hadis di Indonesia: Sebuah Kajian Awal”, Jurnal Holistic al-Hadis,Vol. 01, No. 02, (Juli-Desember) 2015

Jami’ul Huquuq al Mahfudhoh. 2008. al Munjid fii al Lughoh wal A’laam. Beirut: Daar al Masyriq.

Kamila Adnani, dkk. Human Agent dalam Tradisi Fikih : Studi Relasi Hukum Islam dan Moralitas Perspektif Abou El Fadl, dalam Jurnal Kudifikasia : Jurnal Penelitian Keagamaan dan Sosial Budaya, Vol. 7, No. 1, Tahun 2013, STAIN Ponorogo.

Moleong, Lexy J. 2002 Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Muhammad Alfatih Suryadilaga, Living Hadis dalam Tradisi Sekar Makam, Jurnal al-Risalah, (Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga, 2013) Vol. 13, No. 1

Muhammad Andi Rosa., Prinsip dasar dan ragam penafsiran kontekstual dalam kajian teks Al-Qur’an dan Hadis Nabi Saw. Journal Holistic: IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Vol 01 no 02 Juli-Desember 2015, hal IV

Munawwir, Ahmad Warson. 1997. Kamus al Munawwir. Surabaya: Pustaka Progresif

Muthahari, Murtadha. 1993. Manusia Sempurna; pandangan Islam tentang hakikat manusia, trans. oleh M. Hasyem. Jakarta: Lentera.

Saifuddin Zuhry Qudsy, “Living Hadis: Genealogi, Teori, dan Aplikasi Living Hadis”, Jurnal Living Hadis, Vol. 1 No. 1, Mei 2016, 182.

Subulus Salam, (Maktabah Syamilah, 2:291).

Sumbulah, Umi. 2012. Islam dan Ahlul Kitab Perspektif Hadits. Malang: UIN Malang Press.

Syakir, Muhammad Fuad. 2009. Awas Hadis Palsu!, Yogyakarta: Leutika.

Syamsuddin, Sahiron ed. 2005. Metodologi Penelitian Living Qur'an dan Hadis, Yogyakarta: TH Press.

Uhi, Jannes Alexander. 2017. Filsafat Kebudayaan : Konstruksi Pemikiran Cornelis Anthonie van Peursen dan Catatan Reflektifnya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.