PENGERTIAN STILISTIKA DAN POSISINYA DALAM ILMU HADITS

Achmad Shidiqur Razaq

Abstract


Banyaknya perhatian dari para ulama’ terhadap kajian bahasa al-Quran tidak menyurutkan perhatian mereka terhadap kajian bahasa hadis. Sebab bahasa hadis juga tidak lepas dari usur-unsur estetis yang mencerminkan karakteristik tutur kenabian, kajian bahasa ini disebut dengan kajian stilistika. Di kalangan Ulama’ terdapat pembahasan mengenai gaya bahasa yang dimiliki oleh Nabi SAW. Apakah Tauqif  (Anugerah langsung dari Allah) atau Taufiq (Usaha dari Nabi saw dalam menguasai bahasa). Dalam konteks hadis, studi stilistika mempunyai banyak manfaat. Pertama,sebagai kajian yang mengungkapkan nilai-nilai estetika bahasa hadits. Kedua,  perangkat penting dan bahan penunjang dalam proses pemaknaan hadits.Dengan demikian penelitian hadits berbasis stilistika mempunyai peran signifikan dalam memberikan kontribusi bahan pemahaman hadis

Kata kunci : Al qur’an, Hadits, stilistika

Abstract

The amount of attention from the scholars' towards the study of the language of the Koran did not dampen their attention to the study of the language of hadith. Because the language of hadith is also inseparable from aesthetic elements that reflect the characteristics of prophetic speech, this language study is called a stylistic study. Among Ulama 'there is discussion about the style of language that the Prophet SAW possessed. Is it Tauqif (a direct gift from Allah) or Taufiq (the efforts of the Prophet in mastering the language). In the context of hadith, stylistic studies have many benefits. First, as a study that reveals the aesthetic values of the hadith language. Second, important tools and supporting materials in the process of interpreting hadiths. Thus, stylistic-based hadith research has a significant role in contributing to hadith understanding materials.

Keywords: Al quran, Hadith, stylistics


Keywords


Al qur’an; Hadits; stilistika

References


kholil Dr.Hilmi, ilmul lughoh muqoddimah lilqori’ al aroby (shamela,tt)

Arsyad Azhar, Bahasa Arab dan Metode Pengajarannya.(Jakarta: Pustaka Pelajar, 2004).

Katsir Ibnu, Tafsir al-Qur’an al-Adzim, (Cairo; Darul Hadis, 2005).

A Graham William, Beyond the Written Word, (New York; Cambridge University Press, 2001).

As-Suyuti Jalaluddin, Tadrib ar-Rawi fi Syarhi Taqrib an-Nawawi, (Cairo; Darul Hadis, 2002).

Arsyad al-Hasan Muhammad, Taswir al-Balagoh an- Nabawiyah, (Bangladesh:tt).

Bithohir Ibn Isa, al-Balagoh al-Nbawiyah fi Manzur al-Rofi’i; Qiroah fi al-Manhaj, makalah dalam Majalah Al-Tajdid, vol. xvi, edisi 32, 1434 H/2012 M;

Muhammad Sa'id Ramadhan al-Buty, fill hadist asy-syarif wa al-balaghoh an-nabawiyah, (Damaskus: Dar al fikr ,2011),

musthofa amiin Ali al-jarim wa, al-balaghoh al-wadhihah,(darul maarif)

al-Tahan Mahmud, Taisir Musthalah al-Hadis (Aleksandria: Markaz al-Huda Li al-Dirasat, 1415 H),


Article Metrics

Abstract view : 441 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 209 times PDF (Bahasa Indonesia) - 126 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Tebuireng

Jl. Irian Jaya No.10 Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Indonesia

email: jurnal@tebuireng.ac.id


 

    


Lisensi Creative Commons

Under Liscense of Creative Commons Attributioni-NonCommercial 4.0 International.