TRADISI PEMAHAMAN HADIS DALAM KITAB GARIB AL-HADIS DAN TRANSFORMASINYA KE TRADISI KITAB SYARAH HADIS

Alfatih Suryadilaga

Abstract


Sejarah awal Islam keberadaan keilmuan atas pemahaman hadis belum diperlukan karena sosok orang yang memberi penjelas atas al-Qur’an masih hidup. Perkembangan pemahaman hadis seusai kenabian Muhammad Saw. melahirkan pemahaman hadis yang sangat variatif dan melahirkan banyak kitab-kitab hadis yang terhimpun dalam keilmuan gharib al-hadith. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan metode interpretif konseptual serta menggunakan pendekatan historis atas beberapa kitab tentang gharib al-hadith dan sharh al-hadith. Artikel ini menjelaskan pemahaman hadis dalam konteks gharib al-hadith tersebut, bagaimana latar belakang kelahirannya serta menjelaskan tentang transformasi keilmuan tersebut dengan keilmuan syarah hadis. Hasil karya ulama hadis atas keilmuan hadis sangat variatif dengan delapan model kajian dan dimulai dalam bentuk sederhana seperti kamus yang hanya menjelaskan matan hadis yang kurang dimengerti oleh masyarakat. Selain itu, transformasi keilmuan gharib al-hadith ke syarah hadis adalah melahirkan bentuk yang sangat kompleks dalam pemahaman yang menjelaskan aspek menyeluruh hadis yakni sanad dan periwayat hadis serta matan hadis. Walaupun demikian, keberadaan syarah juga mengikuti perkembangan zaman dan kecenderungan penulisnya dengan melahirkan tiga bentuk yaiu syarah singkat, syarah medium dan syarah panjang lebar (lengkap). Ketiga bentuk syarah hadis tersebut telah menjadi transformasi pemahaman hadis di era sebelumnya yakni di masa gharib al-hadith dengan kajian yang terbatas.

Kata Kunci: Pemahaman Hadis, Gharib al-Hadith, Sharh al-Hadith.

Abstract

Early history of Islam the existence of science for understanding the hadith is not needed because the figure of the person who gives an explanation of the Qur'an is still alive. The development of the understanding of the hadith after the prophethood of Muhammad. gave birth to a very varied understanding of hadith and gave birth to many books of hadith that are collected in the science of garib al-hadith. This research includes qualitative research with conceptual interpretive methods and uses a historical approach to several books about gharib al-hadith and sharh al-hadith. This article explains the understanding of the hadith in the context of the garib al-hadith, how the background of its birth and explains the transformation of the science with the knowledge of the tradition of hadith. The results of the hadith scholar's work on the science of hadith are very varied with eight models of study and begin in a simple form like a dictionary which only explains the tradition of tradition which is less understood by the public. In addition, the transformation of scientific knowledge garib al-hadith into the tradition of shari'a is giving birth to a very complex form of understanding that explains the overall aspects of the hadith namely sanad and narrators of traditions and traditions of traditions. Nevertheless, the existence of sharia also follows the development of the times and the tendency of the author to give birth to three forms of short syarah, medium syarah and long syarah (complete). The three forms of hadith shari'ah have been transformed into the understanding of hadith in the previous era, namely in the period of garib al-hadith with limited studies.

Keywords: Understanding of  Hadith, Gharib al-Hadith, Sharh al-Hadith.


Keywords


pemahaman hadis; Gharib al-Hadith; Sharh al-Hadith

References


Abu Zahwu, Muhammad Mustafa. al-Hadis wa al-Muhaddisun aw Inayat al-Ummat al-Islamiyyah bi al-Sunnah al-Nabawiyyah. Kairo: Matba’ ah Masdar Syarakat Misriyyah, 1908.

Afwadzi, Benny. “Hadis ‘Man Baddala Dînahû Faqtulûhu’: Telaah Semiotika Komunikasi Hadis.” ESENSIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin 16, no. 2 (1 Oktober 2015): 135–52. https://doi.org/10.14421/esensia.v16i2.992.

Alifuddin, Muhammad. “Hadis Dan Khabar Ahad Dalam Perspektif Muhammad Al-Ghazali.” Shautut Tarbiyah 17, no. 2 (1 November 2011): 71–85. https://doi.org/10.31332/str.v17i2.149.

Anshari, al, Abi Yahya Zakariya. Minhat al-Bari bi Syarh Sahih al-Bukhari (Tuhfat al-Bari). t.tp.: Maktabah al-Rusyd, t.th.

Armita, Pipin, dan Jani Arni. “Dinamika Pemahaman Ulama tentang Hadis Dajjal (dari Interpretasi Tekstual Ke Interpretasi Kontekstual).” Jurnal Ushuluddin 25, no. 2 (14 Desember 2017): 208–20. https://doi.org/10.24014/jush.v25i2.2398.

Asqalany, al-, Ahmad ibn Ali ibn Hajar. Fath al-Bary bi Syarh Sahih al-Bukhari. Riyadh: Dar al-Taybah, 2005.

Az-Zuhri, Muhandiz, Cintami Farmawati, dan Zahida Putri Amalia. “Resolution of Religion Conflicts Through Communication Strategies in Garib fi al-Ma’na Hadiths.” JURNAL PENELITIAN, 2018, 101–18.

Bawni’ mat, Fu’ ad bin Ahmad. Ilmu Garib al-Hadis bayn Ismahati al-Madhi wa Tahdiyat al-Waqi’ al-Ma’ asir. Malaysia: ICASIC, 2013. http://worldconferences.net/journals/icasic/toc/index.html.

Cholifah, Yuristia Wira, dan Aditya Eko Adrianto. “Kuasa, Tubuh, dan Tanda dalam Meme Politik Pasangan Fiktif Nurhadi-Aldo pada Pilpres 2019.” Mediator: Jurnal Komunikasi 12, no. 1 (2019): 61–70.

Daud, Ilyas. “Kitab Hadis Nusantara: Studi Atas Kitab Al-Arba’una Haditsan Karya Muhammad Yasin Al-Fadani, Padang.” Al-Ulum 16, no. 1 (1 Juni 2016): 142–64. https://doi.org/10.30603/au.v16i1.153.

Hauqola, Nurkholis. “Hermeneutika Hadis: Upaya Memecah Kebekuan Teks.” Jurnal THEOLOGIA 24, no. 1 (2013): 261–84. https://doi.org/10.21580/teo.2013.24.1.324.

Hidayati, Evie. “Metodologi Ahmad Lutfi Fathullah Dalam Penyusunan Kitab Hadis Arba’in: Telaah Terhadap Buku 40 Hadis Mudah Dibaca Sanad Dan Matan.” AT-TAHDIS: Journal of Hadith Studies 1, no. 1 (31 Maret 2017). http://jurnal.uinsu.ac.id/index.php/attahdits/article/view/647.

Ibn Asir. al-Nihayah fi Garib al-Hadis wa al-Asar. Beirut: Dar a-Ihya’ al-Turas al-Arabi, t.t.

Jauzi, Muhammad ibn Ali al-. Garib al-Hadis. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 2004.

Kasban, Kasban. “Kritik Matan Syaikh Muhammad Al-Ghazali.” AT-TAHDIS: Journal of Hadith Studies 1, no. 1 (31 Mei 2017). http://jurnal.uinsu.ac.id/index.php/attahdits/article/view/643.

Khozin, Akhmad. “Pemahaman Hadis Misoginis dalam Kitab Uqudul Lujayn di Pondok Pesantren An-Nur Semarang.” Millati: Journal of Islamic Studies and Humanities 3, no. 1 (2018): 51–72. https://doi.org/10.18326/mlt.v3i1.51-72.

Melyani, Mila. “Pemahaman Hadisth kepemimpinan Quraish: Studi komparasi Ibnu Taimiyyah dan Ibnu Khaldun,” 2019.

Miski, Miski. “Fenomena Meme Hadis Celana Cingkrang Dalam Media Sosial.” Harmoni 16, no. 2 (2017): 291–306.

Munawir, Munawir. al-Sabit dan al-Mutahawwil dalam Hadis Nabi saw.: Dialektika Pemahaman Hadis Ahl al-Hadis dan Ahl al-Ra’yu. Yogyakarta: Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, 2018.

Najwah, Nurun, dan H Muh Zuhri. “Rekonstruksi Pemahaman Hadis-hadis Perempuan.” Disertasi Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga, 2004.

Nasution, Amir Hamzah. “Kontribusi Pemikiran Yusuf Al-Qaradawi Dalam Kitab Kaifa Nata’amal Ma’a as-Sunnah Nabawiyah.” AT-TAHDIS: Journal of Hadith Studies 1, no. 1 (31 Maret 2017). http://jurnal.uinsu.ac.id/index.php/attahdits/article/view/651.

Purwaningsih, Sri. “Kritik Terhadap Rekonstruksi Metode Pemahaman Hadis Muhammad Al-Ghazali.” Jurnal THEOLOGIA 28, no. 1 (14 September 2017): 75–102. https://doi.org/10.21580/teo.2017.28.1.1189.

Pusanti, Rosa Redia. “Representasi Kritik dalam Meme Politik (Studi Semiotika Meme Politik dalam Masa Pemilu 2014 pada Jejaring Sosial” Path” sebagai Media Kritik di Era Siber),” 2015.

Sawaluddin, Sawaluddin. “Kontroversi Pemahaman Hadis T. M. Hasbi Ash-Shiddieqy Dengan Jumhur Ulama.” AT-TAHDIS: Journal of Hadith Studies 1, no. 1 (31 Maret 2017). http://jurnal.uinsu.ac.id/index.php/attahdits/article/view/645.

Sijistani, al, Sulaiman bin al-Asy’as bin Ishaq bin Basyir bin Syidad bin ‘Amr al-Azi. Sunan Abu Daud. Beirut: Maktabah Ashriyyah, t.th.

Sulaemang, Sulaemang. “Manhaj ‘ajjaj Al-Khatib (analisis Kritis terhadap Kitab Ushul Al-Hadis, ‘Ulumuh wa Mushtalahuh).” Al-MUNZIR 7, no. 1 (1 Mei 2014): 128–38.

Sulidar, Sulidar. “Kedudukan Hadis Garib Sebagai Hujjah Dalam Ajaran Islam.” Journal Analytica Islamica 3, no. 2 (2014): 349–66.

Suryadilaga, Muhammad Alfatih. Metodologi Syarah Hadis. Yogyakarta: Kalimedia, 2017.

———. “Pemahaman Hadis Tentang Bencana (Sebuah Kajian Teologis Terhadap Hadis-Hadis Tentang Bencana).” ESENSIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin 14, no. 1 (22 April 2013): 83–102. https://doi.org/10.14421/esensia.v14i1.751.

Syahidin, Syahidin. “Kehujahan Hadis Ahad Menurut Muhammad Al-Ghazali (Suatu Kajian Terhadap Otoritas Hadis Ahad Sebagai Sumber Ajaran Islam).” El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman Dan Tafsir Hadis 6, no. 1 (14 Juni 2017): 61–70. https://doi.org/10.29300/jpkth.v1i6.1242.

Syaibani, al, Ahmad Ibn Muhammad Ibn Hanbal Ibn Asad Ibn Idris Ibn Abdullah Ibn Hasan. Musnad Ahmad Ibn Hanbal. t.tp.: Muassasah Risalah, 2001.

Ulama’i, A. Hasan Asy’ari. “Sejarah dan Tipologi Syarah Hadis.” Jurnal Teologia Vol 19, no. 2 (2008): 352–53.

Usamah, Usamah. “Pemahaman Hadis-Hadis Misoginis Menurut Ulama Hadis Dan Feminis Muslim Indonesia.” Jurnal Studia Insania 1, no. 2 (31 Oktober 2013): 141–53. https://doi.org/10.18592/jsi.v1i2.1085.

Wadipalapa, Rendy Pahrun. “Meme culture & komedi-satire politik: kontestasi pemilihan presiden dalam media baru,” 2015.

Wahyudi, Arif. “Mengurai Peta Kitab-Kitab Hadits (Kajian Referensi Atas Kitab-Kitab Hadis).” Al-Ihkam: Jurnal Hukum & Pranata Sosial 8, no. 1 (14 Oktober 2014): 1–20. https://doi.org/10.19105/al-ihkam.v8i1.337.


Article Metrics

Abstract view : 870 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 266 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Nabawi: Journal of Hadith Studies



Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Tebuireng

Jl. Irian Jaya No.10 Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Indonesia

email: jurnal@tebuireng.ac.id


 

    


Lisensi Creative Commons

Under Liscense of Creative Commons Attributioni-NonCommercial 4.0 International.